Dr. Ir. Nusa Sebayang, MT, Anak Karo Sumatra Utara Yang Berkarir di ITN Malang

Sekolah Jalan Kaki, Kuliah Jalan Kaki, Kini Dekan FTSP

ITNMALANGNEWS.COM – Cara bicaranya ceplas ceplos, ramah nan bersahaja, penuh optimistis, sederhana dalam berpenampilan. Itulah sekilas ciri khas Dr. Ir. Nusa Sebayang, MT yang baru saja dilantik oleh Rektor ITN Malang menjadi dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) beberapa hari lalu.

Dr. Ir. Nusa Sebayang, MT, Anak Karo Sumatra Utara Yang Berkarir di ITN MalangDitemui di aula kampus I selepas pelantikan, pria kelahiran 18 Februari 1967 itu menceritakan perjalanan hidupnya mulai masa kecil di desa hingga “terdampar” dan berkarir di dunia akademis di Kota Malang. Menurut dosen yang akrab disapa Nusa tersebut, dirinya lahir di Karo, Sumatra Utara dari keluarga guru. “Orang tua saya guru SMP waktu itu,” tuturnya.

Nusa kecil belajar di SDN 3 Binarya, Karo yang berjarak cukup jauh dari rumahnya. Saat itulah dia merasakan bagaimana pahitnya mengenyam pendidikan. Nusa harus pergi ke sekolah jalan kaki dengan jarak 2 kilometer untuk anak seusianya. Namun, semangat belajarnya tidak pernah surut, dia lalui semua itu dengan gembira. “Saat itu kan jarang angkutan ya. Mau tidak mau harus jalan kaki,” kenangnya.

Selepas itu, dia melanjutkan ke SMP di derah yang sama. Masa ini, bapak dua anak tersebut sudah naik sepeda bersama teman-temannya. Namun Nusa punya kisah tak terlupakan di sekolah ini. Saat itu mengikuti upacara bendera, Nusa tidak mengenakan sepatu akhirnya kakinya diinjak oleh gurunya. “Saat itu masih jarang yang pakai sepatu. Saya tidak pakai karena terasa panas di kaki. Ya akhirnya diinjak,” kisah suami Nurhaini Surbakti itu.

Setamat dari SMP, dia langsung melanjutkan studi ke SMA Katolik Santo Thomas 2 Medan. Masa-masa ini memberi kesempatan bagi Nusa untuk belajar mandiri. Dia tidak lagi tinggal di rumah bersama keluarga, melainkan ngekos. Saat ngekos dituntut memenuhi sendiri semua kebutuhannya, mulai dari masak sendiri, nyuci baju sendiri, dst. Nusa jarang pulang. Baru pulang biasanya selepas kenaikan kelas. Pada tahun 1986 dinyatakan lulus. Kemudian melanjutkan ke Universitas Sumatra Utara (USU) pada jurusan teknik sipil.

Sekolah Jalan Kaki, Kuliah Jalan Kaki, Kini Dekan FTSPDi kampus inilah, pria yang sekarang tinggal di Jl. Danau Ranau itu memperdalam pengetahuannya. Masa ini dia kembali sebagaimana masa kecilnya yaitu sekolah jalan kaki. Hanya saja tidak sejauh semasa Sekolah Dasarnya. Saat menuntaskan tugas akhir, dia mendapat pembimbing yang banyak memberikan jalan pengembangan keahliannya. Juga dipercaya menjadi asisten dosen bidang studi ilmu tanah, hingga akhirnya berhasil menuntaskan jenjang S1 pada 1991.

Pasca itu ketua forum dosen kopertis VII wilayah Malang-Pasuruan itu mendapat ikatan dinas dan ditempatkan di ITN Malang. Sejak itu “petualangannya” di kota dingin ini dimulai. Sebenarnya inginnya mengabdi di almamaternya hanya saja sudah tidak ada tempat. Akhirnya dia memutuskan hijrah ke Malang. Pada tahun 1997 mendapat tugas belajar S2 dari kampus biru ke Institut Teknologi Bandung (ITB), dan lulus pada 1999. Pada tahun 2004 dipercaya menjadi dekan 2 FTSP 3 periode berturut-turut hingga tahun 2012. Kemudian melanjutkan studi S3 di univeristas Brawijaya (UB) lulus pada 2016. Dan tak lama setelah kelulusan langsung diangkat menjadi dekan FTSP. “Itulah perjalanan hidup saya, yang menurut saya mengesankan,” tuturnya. (Her)

(Visited 103 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *